LEMBAR PENGESAHAN
SMK NEGERI PERTANIAN TERPADU
PROVINSI RIAU
LAPORAN PRAKTIK KERJA
INDUSTRI (PRAKERIN)
BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG (Zea mays)
DI
BALAI PELATIHAN DAN
PENGEMBANGAN USAHA TERPADU ( BPPUT )
PT.RIAU
ANDALAN PULP AND PAPER
PANGKALAN
KERINCI
Disusun
oleh:
Kelompok
2
• IRVAN PRISILIO • R.OKKI KHAIRANDI
• IIS
DAHLIA • HAYATUL PIKRI
• T.SUFIA ZAHARA • FIRMANSYAH
• DUMA
BERLIANA • AZURA
Mengesahkan,
Pembimbing I Pembimbing II
IKA APRIYANTI,SP YULIA HERLINA , SP
Mengetahui,
Kepala Sekolah SMK
NEGERI PERTANIAN TERPADU PROVINSI RIAU
AGUS ROSADI.,SP,M.PD
NIP.19620815 198603 1 007
KATA
PENGANTAR
Segala Puji dan syukur, penyusun ucapkan kepada ALLAH
SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya, penyusun dapat melaksanakan Praktek
Kerja Industri (PRAKERIN) di Balai
Pelatihan dan Pengembangan Usaha Terpadu (BPPUT) Pangkalan Kerinci,
yang diakhiri dengan pembuatan laporan prakerin yang berjudul Budidaya Tanaman Jagung Manis (Zea mays).
Laporan ini merupakan kewajiban bagi penyusun setelah
melaksanakn prakerin
( Praktek Kerja Industri) di Balai Pelatihan dan
Pengembangan Usaha Terpadu (BPPUT) Pangkalan Kerinci.
Sehubung dengan terlaksananya Praktek Kerja Industri dan
penyusunan laporan ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak, baik bantuan
moril maupun material, maka pada kesempatan ini penyusun mengucapkan terima
kasih kepada :
1.
H.
Amru Mahalli, selaku Direktur CD PT.RAPP
2.
Imron
Rosyadi, selaku Deputi Manager CD PT.RAPP
3.
Sundari
Berlian, selaku Koordinator Program CD PT.RAPP
4.
Agus
Rosadi,SP,M.Pd , selaku Kepala SMK N Pertanian Terpadu Prov,Riau.
5. Henri
, selaku Pembimbing Lapangan dan Pembimbing Laporan.
6. Bapak
dan Ibu Guru SMK N Pertanian Terpadu Prov.Riau yang telah mendukung kegiatan
Praktek Kerja Industri ini.
7. Ika
Apriyanti,SP dan Yulia Herlina,SP, selaku pembimbing lapangan di SMK N
Pertanian Terpadu Prov.Riau
8. Nurmiah
Lubis SP, selaku guru Pembimbing disekolah.
9. Yenni
Yusrita,S.Kom , selaku pembimbing di sekolah
10. Panca
Suryadi Widodo,SE , selaku pembimbing di sekolah
11. Kedua
orang tua tercinta yang memberi dorongan baik materi maupun do’a sehingga
penyusun dapat menyelesaikan Prakerin dan laporan ini.
12. Teman
– teman peserta Prakerin di BPPUT Pangkalan Kerinci,serta semua pihak yang
telah membantu dalam pelaksanaan Prakerin.
Penyusun menyadari bahwa dalam
penyusunan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,kritik dan
saran yang sifatnya membangun dari semua pihak khususnya dari pembimbing
Prakerin budidaya tanaman pangan dan hortikultura. Penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran demi
kesempurnaan penyusunan laporan ini. Penyusun terima dengan sangat terbuka dan
penyusun mengucapkan banyak terima kasih
Akhirnya
penyusun berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak,
khususnya penyusun dan umumnya pembaca.
Pangkalan
Kerinci, Mei 2012
Penyusun
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................................
LEMBAR PENGESAHAN...................................................................................... i
KATA PENGANTAR.............................................................................................. ii
DAFTAR ISI............................................................................................................. iv
DAFTAR GAMBAR................................................................................................ vi
BAB I
PENDAHULUAN............................................................................
1
1.1
Latar Belakang.............................................................................. ........ 1
1.2
Tujuan..................................................................................................... 2
1.3
Metode Pengambilan Data..................................................................... 3
1.4
Waktu dan Tempat................................................................................. 3
1.5 Sistematika
Laporan............................................................................... 4
BAB II
ORGANISASI PERUSAHAAN TEMPAT PRAKERIN...................... 6
2.1
Sejarah Singkat Perusahaan.................................................................... 6
2.2
Visi Dan Misi Perusahaan....................................................................... 8
2.3 Tujuan CD
RAPP................................................................................... 9
2.4 Struktur Perusahaan................................................................................ 10
BAB III TINJAUAN PUSTAKA.......................................................................... 11
3.1 Sekilas Tentang Jagung........................................................................... 11
3.2
Teknik Budidaya Jagung Manis............................................................. 17
BAB IV ISI LAPORAN....................................................................................... 31
4.1 Persiapan Proses...................................................................................... 31
4.2 Pelaksanaan Proses................................................................................. 36
BAB V PANEN DAN PASCAPANEN............................................................. 42
5.1 Panen Dan Pascapanen Secara
Umum.................................................... 42
5.2 Panen Dan Pascapanen Secara
Proses/ Hasil.......................................... 44
BAB VI ANALISA USAHA TANI.................................................................... 46
BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN............................................................ 48
6.1 Kesimpulan............................................................................................. 48
6.2 Saran...................................................................................................... 48
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 49
LAMPIRAN.............................................................................................................. 50
DAFTAR GAMBAR
1.
Gambar
1. Pengolahan
lahan............................................................. 50
2.
Gambar
2. Pembuatan
bedengan dengan saluran drainase................ 50
3.
Gambar
3. Pembalikan
tanah............................................................. 51
4.
Gambar
4. Pemupukan dasar dan pupuk
susulan.............................. 51
5.
Gambar
5. Pembuatan lubang
tanam................................................. 52
6.
Gambar
6. Penanaman....................................................................... 52
7.
Gambar
7. Penebaran
cocopeat......................................................... 53
8.
Gambar
8. Penyulaman...................................................................... 53
9.
Gambar
9. Penyiangan....................................................................... 54
10. Gambar 10. Pembumbunan.................................................................. 54
11. Gambar 11. Penyiraman....................................................................... 54
12. Gambar 12. Penyemprotan.................................................................. 55
13. Gambar 13. Panen
dan pascapanen..................................................... 55
14. Gambar 14. Jagung
umur seminggu.................................................... 56
15. Gambar 15. Jagung
umur 2 minggu..................................................... 56
16. Gambar 16. Jagung
umur 2 bulan........................................................ 56
17. Gambar 17. Jagung
umur 73 hari......................................................... 56
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
belakang
Pertanian merupakan faktor yang berperan penting
bagi perekonomian Indonesia. Oleh karena itu,perlu dikembangkan kearah maju dan
perlu didorong dengan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi ( IPTEK) serta
keterampilan yang cukup handal sehingga benar-banar dapat memberikan kontribusi
bagi peningkatan taraf hidup rakyat ataupun mendapatkan Negara pada umumnya.
Dalam pencapai
tuujuan tersebut maka praktik kerja industri dilakukan SMK Pertanian yaitu
merupakan institusi pendidikan yang bertujuan untuk mengahasilkan tenaga
teknis/lapangan yang terampil, berbudidaya, mempunyai tanggung jawab, serta
memiliki sikap disiplin yang tinggi oleh karena itu kami memilih budidaya
tanaman jagung.
Di Indonesia
tanaman pangan menyebar hamper secara merata meskipun setra beberapa jenis
tanaman pangan terdapat didaerah tertentu hal ini disebabkan oleh kesesuaian
lahan dan kultur masyarakat dalam mengembangkan jenis tanman pangan tertentu
sebagai tanman jagung ada di Indonesia adalah didaerah lampung, jawa tengah,
dan jawa timur.
Tanaman jagung
mempunyai bahasa latin “ Zea Mays L” . tanaman jagung juga memiliki manfaat
sebagai bahan pangan, pakan ternak, dan bahan baku industri. Selain itu juga
dapat di manfaat kan untuk berbagai macam keperluan antara lain pupuk hijau
atau kompos ( batang dan daun tua),kayu bakar (batang dan daun kering ),pulp
atau bahan kertas (batang jagung), serta sayuran perkedel, bakwan, dan sambal
goring (buah jagung). Oleh karena itu penyusun memilih tanaman jagung untuk
laporan PRAKERIN karena tanaman jagung banyak miliki manfaat dalam bidang
pangan dan mempunyai prospek yang baik untuk di pasarkan.
1.2 Tujuan
dan manfaat praktik kerja industri
1.2.1 Tujuan umum
Praktik kerja industry bertujuan
agar siswa memiliki jiwa dan semangat wirausaha serta mempunyai kompetensi
mengelola suatu usaha di bidang pertanian secara profesioanal dengan memperhatikan situasi kondisi dan
potensi wilayah .
1.2.2
Tujuan
khusus
·
Memantapkan
dan mengembangkan wawasan , kompetensi siswa dalam berusaha tani yang
berorientasi Agribisnis dengan dilandasi sikap mental , disiplin,kerjasama dan
tanggung jawab yang tinggi.
·
Melatih
siswa menyesuaikan diri dan berkomunikasi dengan masyarakat khusus nya petani
agar menjadi mitra kerja yang mampu menyebarkan teknologi pertanian.
·
Melatih
siswa untuk melakukan kegiatan di unit usaha tani dan di dunia industry yang
berhasil dalam pengolahan nya.
·
Untuk
mengetahui sejauh mana budidaya tanaman jagung di BPPUT pkl.kerinci
1.2.3
Manfaat
·
Siswa
dapat melihat langsung situasi nyata bagaimana aplikasi kegiatan pertanian dilapangan .
·
Siswa
dapat memperoleh pengalaman belajar tentang teknik produk atau jasa pengelolaan
hasil dan pemasaran komoditas tanaman pangan dan hortikultura yang beorientasi Agribisnis
(pasar dan untung).
·
Membka peluang dan kesempatan kepada
siswa yang berprestasi untuk bekerja pada unit usaha yang pernah di ikuti
setelah menyelesaikan studi
·
Keberadaan sekolah dapat di kenal lebih
jauh oleh masyarakat,perusahaan dan intansi terkait lainnya.
1.2.4
Sasaran
Kegiatan
prakerin mempunyai sasaran untuk :
· Meningkat kan pengetahuan siswa tentang pembibitan ,
penanaman , pemeliharaan , dan pengolahan tanaman jagung .
· Meningkatkan keterampilan dan tanggung jawab siswa
terhadap tugas di bidang hortikultura.
1.3
Metode
pengambilan data
1.3.1 Studi
pustaka.
Penyusunan dalam pengumpulan data untuk
menyusun laporan dengan studi pustaka dari berbagai buku tentang tenaman
pangan, hal ini dilakukan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan budidaya
dengan kegiatan dilapangan
1.3.2 Diskusi dan Tanya
jawab.
Diskusi dengan pembimbing , guru dan
rekan-rekan siswa juga dilakukan untuk membantu mengumpulkan data , sehingga
laporan dapat tersusun .
1.3.3 Pemberian materi .
Teknik pengumpulan data untuk menyusun
laporan salah satu nya dengan penerimaan materi yang di berikan oleh pembimbing
dari BPPUT.
1.4 Waktu dan tempat pelaksanaan kerja industry.
1.4.1 Waktu pelaksanaan kerja
industry .
Praktek kerja
industry dilaksanakan mulai tanggal 03 januari s/d 03 mei 2012 selama 4 bulan .
1.4.2 Tempat pelaksanaan praktek kerja industry .
Kegiatan kerja
industry dilaksanakan di BPPUT- PT.RAPP-Pkl.Kerinci.
1.5 Sistematika
Laporan
Halaman
Judul
Lembar Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Gambar
BAB I Pendahuluan
1.1
Latar Belakang
1.2
Tujuan
1.3
Batasan Masalah
1.4
Waktu dan tempat
1.5 Sistematika
Laporan
BAB II: Organisasi Perusahaan Tempat
Prakerin
2.1 Sejarah Singkat Perusahaan
2.2 Visi dan Misi Perusahaan
2.3
Tujuan
CD RAPP
2.4
Struktur
Organisasi
BAB III: Tinjauan Pustaka
3.1 Sekilas tentang
jagung manis
3.2 Teknik
budidaya jagung manis
BAB IV: Isi Laporan
4.1 Persiapan
Proses
4.1.1 Alat dan Bahan
4.1.2 Persiapan Lahan
4.2 Pelaksanan
Proses
BAB V: Panen dan Pasca Panen
5.1 Panen dan Pascapanen Secara Umum
5.2 Panen dan Pasca
Panen Secara Proses / hasil
BAB VI: Analisa Usaha Tani
BAB VII: Kesimpulan dan Saran
7.1 Kesimpulan
7.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB
II
ORGANISASI
/ PERUSAHAAN LOKASI PRAKERIN
2.1 Sejarah Singkat Perusahaan
PT.RAPP ( Riau Andalan Pulp And Paper )
berdiri sebagai sebuah perusahaan terbesar dan terbaik berskala internasional
dibidang pulp dan kertas sekaligus sebagai asset nasional dan daerah yang
beroperasi secara berkelanjutan dalam janngka panjang merupakan cita-cita RAPP.
Guna mencapai tujuan tersebut,maka berbagai aspek perusahaan perlu mendapat
perhatian sebaik-baiknya dengan komitmen yang jelas pula. PT.RAPP ( Riau
Andalan Pulp And Paper ) mencetuskan sebuah departement khusus yang
melaksanakan konsep pemberdayaan masyarakat yaitu Program Pemberdayaan Masyarakat
Riau (PPMR)-Riaupulp yang merupakan suatu mekanisme layanan sumberdaya dukung
untuk membantu masyarakat agar mereka dapat mengentaskan diri sendiri.
Konsentrasi program didasarkan pada Community Empowerment (Pemberdayaan
Masyarakat) yang bertitik tolak pada aspirasi dan kebutuhan masyarakat.
Berangkat dari komitmen untuk ikut serta
terlibat dalam pembangunan masyrakat, Riaupulp mencoba melakukan sebuah evolusi
dalam konsep pembangunan masyarakat (Community Development).Paradikma lama yang
bersifat karitatif digantikan dengan sebuah langkah strategis yaitu membangun
paradikma baru (Community Development) yang lebih bermanfaat dan berhasil guna.
Upaya membangun paradikma baru dalam
implementasi Community Development tersebut bermula pada 15 april 1999 , di
awali dengan mempertemukan seluruh wakil component masyarakat untuk meremuskan
suatu konsep yang lebih inovatif dan bermanfaat.pertemuan yang menghadirkan
segenap manajement Riaupulp dengan pemerintah daerah , akademis , praktisi
community development , tokoh-tokoh budaya dan masyarakat , serta insan pers
ini telah membawa butir-butir pemikiran baru community development yang seharus
nya . pada selanjut nya manajement Riaupulp mencetuskan sebuah department
khusus yang mlaksanakan konsep tersebut yaitu program pemberdayaan masyarakat
Riau (PPMR)-Riaupulp,yang diganti menjadi Balai Pelatihan
Dan Pengembangan Usaha Terpadu (BPPUT) Pelalawan berdiri pada tahun 2000,
memiliki fungsi sebagai CENTRAL OF EXELENT DAN SHOWWINDOW Program Community
Development PT. RAPP. PPMR – Riaupulp berkiprah dalam melaksanakan fungsi dan
tugas nya PPMR-Riaupulp tumbuh dan berkembang membangun masyrakat riau dalam
berbagai program nya yang komprehensif dan terukur hingga kini PPMR-Riaupulp
telah menjadi salah satu perhatian para praktisi community development baik
nasional bahkan internasional .perjalanan masa masa sulit melintasi alam
reformasi yang penuh di namika dan perubahan tentunya merupakan sebuah fenomena
tersendiri yang memberikan indikasi bahwa PPMR-Riaupulp merupakan sebuah konsep
yang aspiratif dan mampu memberikan kemanfaatan bagi masyarakat .
Salah satu aspek yang penting untuk
mewujudkan impian tersebut adalah aspek tanggung jawab social lingkungan (Social Responsibility and Environmental).
Aspek ini telah menjadi bagian dari Total Quality Management RAPP untuk ikut
serta mensejahterakan masyarakat dan sekaligus memenuhi standar lingkungan
melalui konsep Green Industry.
Komitmen tanggung jawab social tersebut
diimplementasikan dengan membentuk sebuah departemen yang bernama Program Pemberdayaan Masyarakat Riau
(PPMR). Program Pemberdayaan Masyarakat Riau –RAPP
yang di singkat PPMR, adalah suatu mekanisme layanan sumberdaya dukung untuk
membantu masyarakat agar mereka dapat mengentaskan dirinya sendiri.Konsentrasi
program didasarkan pada Community Empowerment (Pemberdayaan Masyarakat) yang
bertitik tolak pada aspirasi dan kebutuhan masyarakat itu sendiri.
PPMR yang memiliki tekad dan komitmen
untuk memberdayakan sekaligus menciptakan petani handal yang mandiri melalui
program pelatihan pertanian terpadu, memiliki beberapa Balai Latihan Pertanian
Terpadu (BLPT),tempat penggodokan calon petani handal dan mandiri. BLPT di Pangkalan
Kerinci Kabupaten Pelalawan menjadi salah satu balai pelatihan bagi para petani
guna meningkatkan keterampilan dan wawasan nya, juga dapat digunakan sebagai
tempat praktek bagi para siswa prakerin Sekolah Pertanian Terpadu dan mahasiswa
Sekolah Tinggi Pertanian.
Dalam hal ini,PPMR mengaplikasikan
Sistem Pertanian Terpadu ( Integrated
Farming System) adalah sebuah model pertanian dengan mengintegrasikan 3 sub
system pertanian dalam arti luas, yaitu sub system peternakan,pertanian dan
perikanan. Ketiga sub sistem ini berdiri sebagai suatu kesatuan yang saling
mendukung dan memperkuat satu dengan yang lainnya. Model ini digunakan
mengingan potensi tanah riau pada umum nya adalah Podsolik Merah Kuning dan gambut. Kedua jenis tanah ini merupakan
jenis tanah yang memiliki sifat pisik dan kimia yang tidak menduklung untuk
pertanian tanaman pangan dan hortikultura.
Mengembangkan program ini di masyarakat
PPMR meletakkan tiga strategi dasar, yaitu Pendidikan dan Pelatihan di Balai
Latihan Pertanian Terpadu PPMR, Pendampingan berkelanjutan di lapangan, dan
polasnowball system. Gerakan seayun
langkah yang telah ditempuh dalam membangun Riau ini tetap dan terus diupayakan
menuju kualitas layanan dan kuantitas partisipan yang lebih meningkat dimasa
masa yang akan datang.
2.2 Visi Dan Misi Perusahaan
2.2.1 Visi
Visi yang hendak dicapai adalah
mewujudkan masyarakat sejahtera mandiri melalui kemitraan yang harmonis antara
perusahaan,pemerintah daerah , perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat.
2.2.2
Misi
·
Membangun kemandirian masyarakat didalam
mengembangkan asset ekonomi .
·
Mengembangkan sumberdaya alam dan
lingkungan nya.
·
Meningkatkan sumberdaya manusia dan
status sosial budaya .
2.3 Tujuan
CD PT.RAPP
Tujuannya adalah terciptanya masyarakat
yang lebih sejahtera melalui kemitraan yang harmonis antara perusahaan, masyarakat
dan pemerintah.
2.4 Struktur Organisasi
|
Dy SS Head
Mulia Nauli
|
|
Tanoto Foundation
|
|
CD Manager:
Amru Mahali
Dy: Imron Rosyadi
|
|
CDO Desa Model
Gading Sahyoga
|
|
Data & Report Officer
Rivalmi
BPPUT Pkl.Kerinci
Henri
Civil Junior CDO
*Ida
Fitrianingrum
|
|
SIP Coord
M.Rojuli
|
|
Paramedic
Heldi
|
|
Education,Employee Volunteering
& Health Coord.
Vonne Kandou
|
|
SMEs &
VT Coord.
Amir Hamzah
|
|
IFS Coord
Sundari Berlian
|
|
Desa model Coord.
**Hartjahjo
Ariawan
|
|
CDO Mill
Syafrizal
|
|
Area P.Padang – T.Belat Coord.
Mahmud Hasyim
|
|
Area Baserah-Cerenti-Logas Coord.
Zamzulu
Hidayat
|
|
Area Pllw-Meranti Ukui Coord.
Tengku
Kespandiar
|
|
Area Mill-Langgam Teso Coord.
Syafri
Edi
|
|
Area Mandau-Futong Buatan Coord.
Suroso
|
BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
3.1 Sekilas tentang Jagung Manis
3.1.1 Sejarah Singkat Jagung Manis
Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia
yang terpenting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan
Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat.
Jagung sebenarnya berasal dari Meksiko Amerika Tengah dan sudah dikonsumsi
sebagai makanan pokok penduduk asli Amerika sejak 8000 tahun yang lalu. Hal ini
terbukti dengan ditemukannya fosil teosinte, sejenis rumput liar yang diyakini
sebagai nenek moyangnya jagung yang ditemukan di dekat kota Meksiko.Penduduk
asli Amerika sangat memuja jagung. Bagi mereka jagung tidak hanya sebagai
makanan pokok tapi juga menjadi icon penting yang mewakili tradisi mitologi
dari peradaban suku Maya, Aztec, dan Inca. Zea mays, nama latin jagung yang
diambil dari nama tradisional jagung yaitu maize yang berasal dari
bahasa Spanyol yang digunakan oleh penduduk pribumi Amerika, suku Taino.Ketika
Christopher Colombus datang ke Amerika, mereka menemukan jagung tumbuh di
hampir seluruh mulai dari Chili hingga Canada, kemudian mereka membawanya ke
Eropa dan memperkenalkannya ke seluruh dunia.Penduduk beberapa daerah di
Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung
sebagai pangan pokok. Berdasarkan bukti genetik, antropologi, dan arkeologi
diketahui bahwa daerah asal jagung adalah Amerika Tengah (Meksiko bagian
selatan).Budidaya jagung telah dilakukan di daerah ini 10.000 tahun yang lalu,
lalu teknologi ini dibawa ke Amerika Selatan (Ekuador) sekitar 7000 tahun yang
lalu, dan mencapai daerah pegunungan di selatan Peru pada 4000 tahun yang lalu.
3.1.2
Manfaat
Jagung Manis
Jagung sangat bermanfaat bagi kehidupan
manusia dan hewan. Di Indonesia, jagung merupakan komoditi tanaman pangan kedua
terpenting setelah padi. Berdasarkan urutan bahan makanan pokok di dunia,
jagung menduduki urutan ke 3 setelah gandum dan padi. Di Daerah Madura, jagung
banyak dimanfaatkan sebagai makanan pokok.
Tanaman jagung banyak
kegunaannya, sebab hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan
untuk berbagai macam keperluan antara lain:
a ) Batang dan daun muda: pakan ternak
b ) Batang dan daun tua (setelah panen): pupuk hijau atau kompos
c ) Batang dan daun kering: kayu bakar
d ) Batang jagung: lanjaran (turus)
e ) Batang jagung: pulp (bahan kertas)
f ) Buah jagung muda (putren, Jw): sayuran, bergedel, bakwan, sambel goreng
g ) Biji jagung tua: pengganti nasi, pakan ternak, bahan baku industry.
a ) Batang dan daun muda: pakan ternak
b ) Batang dan daun tua (setelah panen): pupuk hijau atau kompos
c ) Batang dan daun kering: kayu bakar
d ) Batang jagung: lanjaran (turus)
e ) Batang jagung: pulp (bahan kertas)
f ) Buah jagung muda (putren, Jw): sayuran, bergedel, bakwan, sambel goreng
g ) Biji jagung tua: pengganti nasi, pakan ternak, bahan baku industry.
3.1.3
Klasifikasi Tanaman Jagung Manis
Klasifikasi jagung manis adalah sebagai berikut :
Kingdom
: Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Liliopsid
Subclass : Commelinidae
Family : Poaceae
Genus : Zea
Spesies :
Zea mays L.
3.1.4 Morfologi Jagung Manis
A.
Akar
Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai
kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada
tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang
bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman.
B. Batang jagung .
Batang jagung tegak dan mudah terlihat,
sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat
mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset.
Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang
jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin.
C. Daun.
Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara pelepah
dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang
daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stomata pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia
Poaceae. Setiap stomata dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur
ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada selsel
daun.
D. Bunga.
Jagung memiliki bunga jantandan bunga
betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum
bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada
jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan
tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk
sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol.
E. Tongkol.
Tongkol tumbuh dari buku, di antara
batang dan pelepah daun. Pada umumnya,satu tanaman hanya dapat menghasilkan
satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Buah Jagung
siap panen Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol
produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantan jagung cenderung
siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya
(protandri).
3.1.5
Jenis Jagung
Menurut Hughes dan Metcalve (1972) jagung mempunyai beberapa subspecies
yaitu :
Ø Floury corn
(Zea mays amylacea)Jagung ini disebut juga jagung
tepung. Jenis ini banyak ditanam diAmerika Serikat, Kolombia, Peru, Bolivia dan
Afrika Selatan. Biji jagung inihampir seluruhnya mengandung pati yang lunak.
Ø Pod corn
( Zea
mays tunicata)Jagung ini mempunyai kulit yang menutupi bijinya, yang tidak terdapat pada
jagung jenis lain. Dengan demikian, jagung ini menjadi tahan lamadan daya
kecambahnya tetap baik. Jagung ini tidak di tanam di Indonesia.
Ø Pop corn
(Zea mays everata)Pop corn atau jagung berondong mempunyai biji
berbentuk runcing, kecil dan keras, berwarna putih atau kuning. Kalau
dibakar bijinyameletus. Tongkol jagung jenis ini umumnya berukuran kecil.
Ø Flint corn
( Zea
mays indurata)Flint corn atau jagung mutiara memiliki ukuran biji sedang.
Bagian atas biji jagung berbentuk bulat dan tidak berlekuk, serta hampir
seluruhnyamengandung lapisan tepung yang keras. Biji jagung berwarna putih,
kuning danmerah. Jagung ini agak tahan terhadap serangan hama bubuk, sehingga
lebih tahankalau disimpan. Di Indonesia jagung ini cukup disukai. Jagung ini
banyak ditanam di Eropa, Asia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan.
Ø Dent corn
(Zea mays
indentata)Dent corn disebut juga jagung gigi kuda, karena bentuknya sepertigigi
kuda. Biji jagung jenis ini mempunyai lekukan pada bagian atas. Lekukan
initerjadi karena pengerutan lapisan tepung yang lunak ketika biji mengering.
Jagung jenis ini umumnya kurang tahan terhadap hama bubuk.
Ø Sweet corn
(Zea mays
sacharata)Sweet cornatau jagung manis mempunyai rasa manis dan biladikeringkan
bijinya menjadi keriput. Jagung jenis
ini sering dipanen waktu masihmuda untuk direbus atau dibakar.
Ø Waxy corn
(Zea mays
cerantina)Waxy corn memiliki biji menyerupai lilin. Molekul pati jagung jenis ini berbeda dari molekul pati jenis lain.
3.1.6
Jagung Di
Pasaran
Jagung semakin populer
dan banyak dikonsumsi masyarakat selain digunakan sebagai bahan baku jagung
bakar, sayur mayur, jagung dapat pula dibuat susu jagung. Rantai jalur
pemasaran jagug adalah petani menjual jagung pada tengkulak yang mengambil
langsung dari kebun petani. Oleh tengkulak biasanya ditimbang sesuai kebutuhan,
untuk tujuan supermarket jagung grade A, dan jagung grade
B masih dengan klobot (kulit) untuk tujuan pasar induk. dari supermarket
serta pasar induk baru jagung bisa sampai ke tangan konsumen.
Harga jagung
muda di tingkat petani mencapai Rp.5-6 ribu/kg, tingkat pengepul Rp.7-8
ribu/kg, tingkat pemasok supermarket Rp.12 ribu/kg, dan di supermarket Rp.16-16
ribu/kg. Antara grade A dan B perbedaannya hanya Rp.1.000/kg. Tingginya
perbedaan harga antara pemasok supermarket dengan tengkulak disebabkan
karena adanya proses pembersihan dan pengemasan oleh pihak pemasok supermarket.
3.1.7
Syarat
Tumbuh Jagung Manis
a.
Tanah
Tanah yang dikehendaki adalah gembur dan
subur, kerana tanaman jagung memerlukan aerasi dan pengairan yang baik. Jagung
dapat tumbuh baik pada berbagai macam tanah. Tanah lempung berdebu adalah yang
paling baik bagi pertumbuhannya. Tanah-tanah berat masih dapat ditanami jagung
dengan pengerjaan tanah lebih sering selama pertumbuhannya, sehingga aerasi
dalam tanah berlangsung dengan baik.Air tanah yang berlebihan dibuang melalui
saluran pengairan yang dibuat diantara barisan jagung. Kemasaman tanah (pH)
yang terbaik untuk jagung adalah sekittir 5,5 – 7,0. Tanah dengan kemiringan
tidak lebih dari 8% masih dapat ditanami jagung dengan arah barisan tegak lurus
terhadap miringnya tanah, dengan maksud untuk mencegah keganasan erosi yang
terjadi pada waktu turun hujan besar,
b. Iklim
Faktor-faktor iklim yang terpenting adalah jumlah dan
pembagian dari sinar matahari dan curah hujan, temperatur, kelembaban dan
angin. Tempat penanaman jagung harus mendapatkan sinar matahari cukup dan
jangan terlindung oleh pohon-Pohonan atau bangunan. Bila tidak terdapat
penyinaran dari matahari, hasilnya akan berkurang. Temperatur optimum untuk
pertumbuhan jagung adalah antara 230 C - 300 C.
3.2
Teknik
Budidaya Jagung Manis
3.2.1
Pemilihan
benih
Benih
sebaiknya bermutu tinggi baik genetik, fisik dan fisiologi (benih hibryda).
Daya tumbuh benih lebih dari 90%.Umumnya benih varietas unggul bersertifikat
yang dijual di pasaran sudah dibubuhi fungisida terlebih dahulu.Penggunaan
fungisida untuk melindungi benih dari serangan penyakit bulai saat awal
pertumbuhaannya.Jika benihnya varietas hibrida, sebaiknya setiap kali tanam
menggunakan benih yang baru.Jangan menggunakan benih yang berasal dari
pertanaman sebelumnya karena hasilnya akan jauh menurun.
3.2.2
Pengolahan
lahan
Tujuan
pengolahan lahan adalah untuk mendapatkan tnah dengan tekstur gembur dan subur.
a)
Pembalikan tanah
Sebelum
dilakukan pembalikkan tanah,lahan harus dibersihkan dari tanggul kayu dan gulma yang tumbuh.Tujuan
pembalikkan tanah adalah agar tanah bagian bawah berada di atsa dansebaliknya. Tanah yang
akan ditanami dicangkul sedalam 15-20 cm.
b)
Pembuatan Bedengan
Pembuatan
bedengan dalam budidaya jagung manis dimaksudkan untuk mencegah air menggenang
dilahan karena parit yang terbentuk di kanan dan kiri bedengan berfungsi
sebagai saluran pembuangan air.Bedengan dibuat dengan cara mengangkat tanah
setinggi 30 cm,dan lebar 1-1,5 m, dan lebar drainase 25-30 cm.
c)
Pengapuran
Pengapuran
bisa membuat tanah menjadi netral, serta meningkatkan residu nitrogen
didalamnya sekaligus mengubahnya menjadi ion amonia dan nitrat yang bermanfaat
bagi tanaman. Pengapuran juga membuat struktur tanah menjadi gembur.Pengapuran
dengan dosis pengapuran sangat merugikan tanaman. Efek kelebihan kapur dalam
tanah umumnya adalah menjadinya klorosis yaitu daun menguning karena bagian tanaman
yang mengandung klorofil tersebut kekurangan unsur besi.
Dosis
pengapuran :
Ø Derajat
keasaman < 4 ( paling asam ) : kebutuhan dolomit > 10 ton/ha.
Ø Derajat keasaman 5 ( asam ) : kebutuhan dolomite 5,5
ton/ha.
Ø Derajat
keasaman 6 ( agak asam ) : kebutuhan dolomite 0,8 ton/ha.
Pengapuran dilakukan
dengan menaburkan kapur diatas bedengan dan selanjutnya mengaduk-aduknya hingga
merata dan menyatu dengan tanah. Pengapuran dilakukan 2 minggu sebelum
tanam,sehingga jika hujan turun kapur sudah bereaksi dengan tanah.
d) Pembuatan
Lubang
Sebelum lubang tanam
dibuat terlebih dahulu jarak tanam ditentukan berdasarkan tujuan penanamannya. semakin panjang umurnya jarak tanam semakin lebar. Jagung berumur panen
lebih 100 hari sejak penanaman, jarak tanamnya 40x100 cm (2 tanaman /lubang). Jagung berumur panen 80-100 hari, jarak tanamnya 25x75 cm (1
tanaman/lubang). Lubang tanam dibuat dengan menggunakan tugal dari batang kayu
dengan kedalam 3-5 cm.
·
Pemberian Pupuk Dasar
Tanaman jagung tidak akan memberikan hasil maksimal
manakala unsur hara yang diperlukan tidak cukup tersedia. Pemupukan dapat
meningkatkan hasil panen secara kwantitatif maupun kwalitatif.Pemberian pupuk
kandang seharusnya 2 minggu sebelum tanam,sehingga ketika tanaman tiba, pupuk
kandang telah terlapisi tanah.Pupuk kandang yang diberikan adalah pupuk kandang
yang telah matang. Ciri-ciri pupuk kandang matang adalah berwarna hitam,tidak
berbau berstruktur lemah. Selain itu juga ditambahkan dengan pupuk dasar buatan
pabrik berupa TSP/SP 36 dan KCL.Pemberian pupuk Nitrogen merupakan, kunci utama
dalam usaha meningkatkan produksi. Pemberian pupuk phosphat dan kalium
bersama-sama dengan nitrogen memberikari hasil yang lebih baik. Tanaman yang
kekurangan unsur nitrogen, akan nampak kerdil, warna daun hijau muda kekuning-kuningan,
buah terbentuk sebelum waktunya dan tidak sempurna.
Pupuk N sebaiknya diberikan dua kali yaitu:1/3 bagian pada
waktu tanam bersama-sama dengan seluruh pupuk P dan K, kemudian 2/3 bagian
pupuk N diberikan pada waktu tanaman berumur 1 bulan, di dalam lubang atau
larikan sedalam 10 cm pada jarak 15 cm dari barisan tanaman.
3.2.3 Penanaman
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penanaman adalah
waktu tanam,cara tanam,dan pelakuan pasca tanam.
a.
Waktu Tanam
Jagung
ditanam pada musim hujan/ permulaan musim hujan yaitu, pada bulan
September/Nopember. Pengerjaan tanah hendaknya dilakukan jauh sebelumnya,
sehingga tanah dalam keadaan siap tanam. Pada waktu hujan sudah mulai turun.
Kelambatan penanaman jagung labuhan sampai dengan bulan Desember mengakibatkan
tanaman menderita serangan penyakit bulai (Downy mildew) yang berat dan dapat
mengakibatkan kegagalan total. Penanaman jagung ditegalan dapat pula dilakukan,
pada musim. marengan/saat musim hujan hampir berakhir, pada bulan Februari –
April.
b. Cara Menanam Cara menanam jagung adalah dengan
memasukkan benih jagung kedalam lubang tanam. Adapun lubang penanamnya dibuat dengan tugal kayu yang kedalamannya 3-5 cm, dan tiap lubang hanya diisi 1 butir benih. Jarak
tanam jagung disesuaikan dengan umur panennya, semakin panjang umurnya jarak
tanam semakin lebar. Jagung berumur panen lebih 100 hari sejak penanaman, jarak
tanamnya 40x100 cm (2 tanaman /lubang). Jagung berumur panen 80-100 hari, jarak tanamnya 25x75 cm (1 tanaman/lubang).
3.2.4 Perawatan Tanaman
a. Penyulaman
Penyulaman
adalah mengganti bibit yang pertumbuhannya lambat atau mati dengan bibit yang
baru,sehingga jumlah tanaman tetap.Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik,
dipotong dengan pisau atau gunting tajam tepat di atas permukaan tanah.
Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan, karena akan melukai
akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Penyulaman bertujuan untuk
mengganti benih yang tidak tumbuh/mati, dilakukan 7-10 hari sesudah tanam.
Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu
penanaman.
b. Pengairan
Setelah benih ditanam, dilakukan penyiraman secukupnya, kecuali bila tanah
telah lembab, tujuannya menjaga agar tanaman tidak layu. Namun menjelang tanaman
berbunga, air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air pada
parit-parit di antara bumbunan tanaman jagung.
c.
Penyiangan
Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. Penyiangan pada tanaman jagung yang
masih muda dapat dengan tangan atau cangkul kecil, garpu dll. Penyiangan jangan
sampai mengganggu perakaran tanaman yang pada umur tersebut masih belum cukup
kuat mencengkeram tanah maka dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari.
d.
Pembumbunan
Pembumbunan dilakukan
bersamaan dengan penyiangan untu memperkokoh posisi batang agar tanaman tidak
mudah rebah dan menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena
adanya aerasi. Dilakukan saat tanaman berumur 6 minggu, bersamaan dengan waktu
pemupukan. Tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan
cangkul, kemudian ditimbun di barisan tanaman. Dengan cara ini akan terbentuk
guludan yang memanjang.
e.
Pemupukan
Tanaman
jagung tidak akan memberikan hasil maksimal manakala unsur hara yang diperlukan
tidak cukup tersedia. Pemupukan dapat meningkatkan hasil panen secara
kwantitatif maupun kwalitatif.Pemberian pupuk Nitrogen merupakan, kunci utama
dalam usaha meningkatkan produksi. Pemberian pupuk phosphat dan kalium bersama-sama dengan nitrogen
memberikari hasil yang lebih baik. Tanaman yang kekurangan unsur nitrogen, akan
nampak kerdil, warna daun hijau muda kekuning-kuningan, buah terbentuk sebelum
waktunya dan tidak sempurna:Gejala kekurangan unsur, phosphat. jelas terlihat
terutama pada waktu tanaman masih muda di mana daun-daunnya berwarna ungu dan
akan berubah hijau kembali seperti biasa bilamana kemudian tanaman-mendapatkan
cukup, phosphat. Tanaman yang kekurangan kalium memberikan gambaran seolah-olah
layu, bagian tepi dari daun mula-mula menjadi kuning (chlorosis), kemudian berubah
menjadi kecoklat-coklatan dan bagian daun yang sudah mati akan gugur.
Adapun
dosis pupuk yang diperlukan berbeda-beda: tergantung pada tingkat kesuburan dan jenis tanah. Untuk
sementara secara umum dapat dianjurkan, pemakaian pupuk sebanyak 90-120 kg.N,
30 – 45 kg. P2O5 dan 0-25 kg K2O per Ha. Pada tanah-tanah yang cukup mengandung
akan kalium, pemupukan dengan unsur ini dapat ditiadakan. Pupuk diberikan
secara ditugal sedalam 10 cm, pada kedua sisi tanaman dengan jarak 7 cm, Pada
jarak tanam yang rapat pupuk dapat diberikan di dalam larikan yang dibuat di
kiri kanan barisan tanaman: Pupuk
N sebaiknya diberikan dua kali yaitu:1/3 bagian pada waktu tanam bersama-sama
dengan seluruh pupuk P dan K, kemudian 2/3 bagian pupuk N diberikan pada waktu
tanaman berumur 1 bulan, di dalam lubang atau larikan sedalam 10 cm pada jarak
15 cm dari barisan.
3.2.1
Pemberantasan Hama Dan Penyakit
a.
Hama :
1. Lalat
bibit (Atherigona exigua Stein)
Setelah 4-5 hari ditanam biasanya biji
mulai tumbuh. Penyemprotan untuk mencegah/memberantas lalat bibit segera
dilakukan setelah biji tumbuh dan tersembul di atas tanah. Penyemprotan
dilakukan dengan interval 2-3 hari sekali. Pestisida dipergunakan adalah
Basudin (Diazinon), Surecide dan lain-lain, dengan dosis 1,5- 2,5 cc/ liter air.
Serangan lalat bibit ini berlangsung sampai tanaman berumur tanaman A‚A± 3
minggu.
2.
Ulat
Agrotis (agrotis Sp ) , Hama
ini menyerang pada waktu tanaman masih kecil. Dapat diberantas dengan cara
mencari dan membunuh ulatnya, yang biasanya terdapat di dalam tanah atau
sebelum ditanami, tanah diberi insektisida terlebih dahulu.
3.
Ulat daun (Prodenia litura F). Menyerang pupuk daun pada waktu tanaman
berumur 1 (satu) bulan. Pemberantasan agar dilakukan secepatnya dengan
insektisida seperti terdapat pada serangan lalat bibit
4.
Penggerek daun (Sesamia inferens
WLK). Menyerang pada waktu tanaman telah
berbunga.Tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan penyemprotan segera setelah
terlihat adanya telur-telur yang biasanya terletak di bawah daun pada saat
menjelang berbunga.
5.
Ulat tanah (Leucania unipuncta,
HAW) Menyerang daun tanaman dewasa, biasanya pada
malam hari, sampai mencapai jumlah ratusan. Penyemprotan harus dilakukan
setelah gejala pertama terlihat dan jangan sampai terlambat.
6.
Ulat tongkol (Heliothis armigera), Merupakan, ulat perusak tongkol yang penting.
Penyemprotan harus segera dilakukan bilamana terlihat telur-telur yang biasanya
diletakkan pada rambut (silk) dan bakal buah atau tongkol: Secara umum,
penyemprotan sebaiknya dilakukan bilaman diperlukan saja, sehingga penggunaan-
pertisida lebih efisien. Waktu yang baik untuk menyemprot adalah pagi hari
antara jam 06.00 – 09;00 atau sore hari jam 16.00 -18.00
b.
Penyakit :
1.
Penyakit Bulai ( Downy mildew ) Penyebab: cendawan Peronosclerospora maydis
dan P. javanica serta P. philippinensis,merajalela pada suhu udara 270 C ke
atas serta keadaan udara lembab.Gejala: (1) umur 2-3 minggu daun runcing,
kecil,kaku,pertumbuhan batang terhambat,warna menguning,sisi bawah daun
terdapat lapisan spora cendawan warna putih; (2) umur 3-5 minggu mengalami
gangguan pertumbuhan, daun berubah warna dari bagian pangkal daun, tongkol
berubah bentuk dan isi; (3) pada tanaman dewasa, terdapat garis-garis
kecoklatan pada daun tua. Pengendalian: (1) penanaman menjelang atau awal musim
penghujan; (2) pola tanam dan pola pergiliran tanaman, penanaman varietas
tahan; (3) cabut tanaman terserang dan musnahkan.
2.
Penyakit bercak daun (Leaf
bligh) Penyebab:
cendawan Helminthosporium turcicum. Gejala: pada daun tampak bercak memanjang
dan teratur berwarna kuning dan dikelilingi warna coklat, bercak berkembang dan
meluas dari ujung daun hingga ke pangkal daun, semula bercak tampak basah,
kemudian berubah warna menjadi coklat kekuning-kuningan, kemudian berubah
menjadi coklat tua. Akhirnya seluruh permukaan daun berwarna coklat.
Pengendalian: (1) pergiliran tanaman. (2) mengatur kondisi lahan tidak lembab;
(3) Prenventif diawal dengan GLIO.
3.
Penyakit karat (Rust) Penyebab: cendawan Puccinia sorghi Schw dan
P.polypora Underw. Gejala: pada tanaman dewasa, daun tua terdapat titik-titik
noda berwarna merah kecoklatan seperti karat serta terdapat serbuk berwarna
kuning kecoklatan, serbuk cendawan ini berkembang dan memanjang. Pengendalian:
(1) mengatur kelembaban; (2) menanam varietas tahan terhadap penyakit; (3)
sanitasi kebun; (4) semprot dengan GLIO.
4.
Penyakit gosong bengkak (Corn
smut/boil smut) Penyebab: cendawan Ustilago maydis
(DC) Cda, Ustilago zeae (Schw) Ung, Uredo zeae Schw, Uredo maydis DC. Gejala:
masuknya cendawan ini ke dalam biji pada tongkol sehingga terjadi pembengkakan
dan mengeluarkan kelenjar (gall), pembengkakan ini menyebabkan pembungkus rusak
dan spora tersebar. Pengendalian: (1) mengatur kelembaban; (2) memotong bagian
tanaman dan dibakar; (3) benih yang akan ditanam dicampur GLIO dan POC NASA .
5.
Penyakit busuk tongkol dan busuk
biji Penyebab: cendawan Fusarium atau Gibberella
antara lain Gibberella zeae (Schw), Gibberella fujikuroi (Schw), Gibberella
moniliforme. Gejala: dapat diketahui setelah membuka pembungkus tongkol,
biji-biji jagung berwarna merah jambu atau merah kecoklatan kemudian berubah
menjadi warna coklat sawo matang. Pengendalian: (1) menanam jagung varietas
tahan, pergiliran tanam, mengatur jarak tanam, perlakuan benih; (2) GLIO di
awal tanam.
3.2.2
Pemanenan dan Penanganan Pasca Panen
a.
Waktu Panen
Penanganan
panen dan pasca panen jagung tergantung tujuan pemanfaatannya.Panen jagung yang
jatuh pada musim kemarau akan lebih baik dari pada hujan karena berpengaruh
terhadap waktu pemasakkan biji dan pengeringan hasil.Jagung untuk konsumsi muda
dapat dipanen sekitar umur 68 – 70 hari atau ketika jagung matang
susu.Sementara itu,panen pipilan kering dilakukan pada umur 80 – 00 hari
setelah tanam.Jagung untuk pipilan kering dipanen bila klobot telah
mengering,biji mengkilap,dan terlihat ada lapisan hitam ( black layer ) pada
pangkal yang menempel pada tongkol di biji.Munculnya lapisan hitam ini atau
hanya berupa noktah hitam pada beberapa varietas,menunjukkan bahwa pengisian
biji telah selesai.
b.
Cara Panen
Cara
pemanenan jagung bisa dilakukan dengan
manual yaitu dengan memutar tongkol berikut
kelobotnya atau patahkan tangkai buah jagung.Kemudian kumpulkan jagung pada
suatu tempat,misalnya didalam karung.
c. Pengolahan
Secara umum jagung dipasarkan dalam 2
bentuk yaitu jagung segar dan olahan jagung.Jagung segar adalah jagung yang di
panen,dibersihkan dari kulit yang terlalu tebal dan tongkol yang dipanen
kemudian di jual.Jagung olahan bisa berupa jagung pipilan kering,jagung
rebus,jagung bakar,susu jagung dll.
a.
Jagung
pipilan
Jagung untuk pipilan kering dipanen bila
klobot telah mengering,biji mengkilap,dan terlihat ada lapisan hitam(black
layer) pada pangkal yang menempel pada tongkol biji. Munculnya lapisan hitam
ini atau hanya berupa noktah hitam pada beberapa varietas,menunjukkan bahwa
pengisian biji telah selesai. Kadar air jagung siap panen umumnya berkisar 30 %
- 40%.Jika dipanen pada musim kemarau , jagung untuk pipilan dapat di biarkan
kering di lapangan selama 1 – 4 minggu atau setelah muncul lapisan hitam dan
kadar air nya menjadi sekitar 20% , asalkan hujan tidak turun.
Setelah di panen , jagung dapat langsung
di pipil secara manual atau dengan alat/mesin pemipil. Jagung pipilan dalam
waktu 1 – 2 hari harus segera di keringkan.pengeringan jagung untuk pipilan
kering sebaiknya 2x.Pertama , tongkol tanpa kelobot di keringkan hingga kadar
air a18%. Tujuannya untuk mempermudah pemipilan. Kedua , pengeringan jagung
pipilan sampai kadar air nya sebesar 14%.
Jagung dapat di simpan dalam bentuk tongkol berklobot , tongkol tanpa kelobot ,
atau dalam bentuk biji piplan. Penyimpanan jagung dengan kadar air di atas 14%
rawan terkena serangan cendawan aspergillus sp. Semakin lama di simpan ,
semakin besar kemungkinan jagung terserang cendawan ini.
b.
Jagung rebus
Cara pembuatan jagung rebus :
Jagung yang telah dipanen dibersihkan dari kulitnya, potong
sedikit pangkal dan ujung jagung, kemudian bersihkan dengan menggunakan air
agar jagung lebih steril, masak air sampai mendidih, baru marusakan jagung
manis tunggu 10 menit atau air teleha mendidih kembali segera angkat dan
tiriskan. Jangan terlalu lama dibiarka sebab kandungan manisnya aka berkurang
juga zat gizi nya akan berkurang pula
c.
Jagung
bakar
Jagung bakar
banyak diminati oleh banyak orang,terutama di hari – hari besar seperti tahun
baru,acara keluarga,maupun acara dengan teman-teman.
Alat
dan Bahan Pembuatan jagung bakar :
-
Arang - Jagung
-
Tempat
pembakar jagung - Mentega
-
Kuas - Susu
-
Piring - Kipas
Cara
membuat jagung bakar :
-
Jagung
terutama dibersihkan dari kulit jagung,rambut jagung,maupun dari kotoran yang
ada.
- Jagung di olesi dengan mentega dan setengah mateng jagung
di olesi dengan susu.
-
Setelah
jagung matang,jagung diletakan di piring dan jagung siap di santap.
d. Susu jagung
Susu jagung dikenal
juga dengan sebutan corn milk, minuman ini dapat memulihkan energi dalam waktu
cepat dan menjaga kesehatan mata, hati lambung usus serta diyakini sebagai
minuman bebas kolesterol.Biji jagung kaya akan karbohidrat, sebagian besar
berada pada endosprerium, kandungan karbohidrat dapat mencapai 80 % dari
seluruh bahan biji, karbohidrat dalam bentuk pati umumnya berupa campuran
amilosa dan amilopektin.Biji jagung juga mengandung unsur gizi yang diperlukan
manusia, yaitu kalori 24 % dan protein 7,9 %.Olahan susu jagung menjadi minuman yang menyehatkan
juga dapat dapat meningkatkan kesejahteraan petani, karena harga jagung dapat
stabil baik pada saat musim panen raya
Keunggulan-keunggulan Teknologi Pengolahan Susu Jagung
1.
Pembuatan produk dapat dilakukan pada skala rumah tangga
dengan menggunakan alat-alat pengolahan yang sederhana seperti pisau untuk alat serut, blender untuk
penghalusan jagung, panic untuk pemasakan
2.
Selama
proses pengolahan tidak dilakukan penambahan pengewet dan pemanis buatan.
Bahan :
·
3
Buah jagung minis
·
3
gelas air
·
100
gram gula pasir
·
Essens
vanilla, coklat, strowbery
Cara Membuat :
·
Kukus
jagung manis selama 5 menit untuk mengeliminasi bau tidak enak dari jagung
·
Angkat
kemudian serut
·
Serutan
jagung dibelnder dengan menambahkan 3 gelas air.
·
Saring
hasil belenderan jagung agar ampasnya tertinggal
·
Air susu jagung direbus pada suhu 80° Celsius
·
Tambahkan
gula pasir
·
Dapat
juga ditambahkan dengan essens vanila, coklat atau strowbery jika tidak suka
dengan bau dan rasa khas jagung
BAB
IV
ISI
LAPORAN
4.1
Persiapan
proses
4.1.1 Alat dan bahan
a. Alat
Adapun
alat yang digunakan pada saat kegiatan budidaya tanaman jagung adalah :
-
Cangkul
-
Garu
-
Meteran
-
Tali rapia
-
Kayu patok
-
Parang
-
Tugal kayu
b. Bahan
Bahan yang di gunakan
pada saat melakukan kegiatan budidaya tanaman jagung yaitu:
-
Benih jagung
-
Cocopeat
-
Pupuk kompos
-
Dolomite
4.1.2 Persiapan
lahan
a. Sanitasi
lahan
Lahan yang akan ditanami jagung
harus dibersihkan dengan melakukan penyiangan.Tanah yang banyak gulma disiang
menggunakan cangkul dan parang.Pembersihan gulma bertujuan untuk menghindari
persaingan antara gulma dan tanaman yang akan ditanam.Lahan yang dibuat untuk
tanaman jagung di BPPUT ,terlebih dahulu lahan dibersihkan untuk membuang
gulma-gulma yang tumbuh pada lahan.Gulma-gulma yang tumbuh di lahan yang akan
ditanami jagung kebanyakkan adalah gulma teki-tekian dan ada sisa batang jagung
yang siap di panen.Oleh sebab itu,penyiangan harus dilakukan secara intensif
karena gulma dan sisa batang jagung sangat sulit untuk dikendalikan.
Gambar
1. Pengolahan lahan
b.
Pembentukan bedengan
Pembuatan
bedengan dapat menggunakan cangkul , yang kemudian di lanjutkan dengan
pembuatan drainase atau parit. Bedengan
di buat dengan ukuran panjang 20m ,
lebar 1,2m, lebar drainase 30cm dan kedalaman drainasenya 20 – 25cm. Pembuatan
bedengan juga dapat di bantu menggunakan tali rapia agar bedengan lebih lurus.
Banyak bedengan budidaya jagung yaitu 6 bedengan dengan benih 500gr. Tujuan
pembuatan bedengan dalam budidaya jagung adalah untuk mencegah air menggenang
di lahan karena parit yang terbentuk di kiri dan kanan berfungsi sebagai
saluran pembuangan air.
Gambar 2.
Pembuatan bedengan dengan saluran drainase
c.
Pembalikkan Tanah
Tujuan pembalikan tanah adalah agar tanah
bagian bawah berada di atas dan sebaliknya. Pembalikan tanah termasuk melakukan
penggemburan pada tanah , pembalikan di buat sedalam 20– 25 cm dengan
menggunakan cangkul . pengolahan tanah melebihi kedalaman tersebut selain
membuang waktu dan tenaga juga akan mengangkat tanah bagian dalam yang tidak
subur.
Gambar
3. Pembalikan tanah
Banyak lahan yang di siapkan yaitu seluas 25 m x 10 m. Semua bedengan yang
selesai di kerjakan di tanami jagung. Banyak benih tanaman jagung yang di
tanami yaitu 500gr.
d.
Pemberian pupuk dasar
Sebelum melakukan penanaman terlebih dahulu di lakukan pemupukan pada
tanah agar tanah menjadi subur dan bertekstur gembur. Pupuk yang digunakan
adalah pupuk kkompos. Pupuk kompos di
berikan 30kg/bedengan. Dosis ini digunakan berdasarkan dari panjang bedengan
yang ada di BPPUT yaitu 20 m dan berdasarkan tekstur tanah yang kurang gembur.
Pemupukan di lakukan sehari sebelum penanaman , agar pupuk benar-benar matang.
Pupuk tersebut harus di diamkan terlebih dahulu sekitar satu hari agar pupuk
tercampur dengan tanah. Selain pemupukan di lakukan pada saat tanaman akan di
tanami , maka tanaman juga harus di beri pupuk susulan.Pupuk susulan berupa
pupuk kimia seperti Urea dan NPK. Adapun dosis yang digunakan adalah 2 gr
perlubang tanam.
a. Pemupukan alami ( kompos )
b. Pemupukan
kimiawi
Gambar
4. Pemupukan dasar dan pupuk susulan
e.
Pembuatan lubang tanam
Pembuatan lubang tanam bertujuan untuk tempat tumbuh tanaman
jagung. Lubang tanam di buat dengan menggunakan tugal kayu dengan kedalaman
lubangnya 3 – 5cm. Pembuatan lubang tanam tidak terlalu dalam , karena akan
memperlambat pertumbuhan tanaman jagung. Banyak lubang tanam yang di hasilkan
yaitu 76 lubang /bedengan , dengan jumlah keseluruhan 456 lubang tanam. Jarak
tanam yang di lakukan yaitu 50x60cm.
Gambar 5.Pembuatan
lubang tanam
4.2 Pelaksanaan proses
a. Penanaman
Tujuan penanaman
adalah untuk menumbuhkan tanaman jagung. Alat yang di gunakan untuk penanaman yaitu tugal kayu untuk
pembuatan lubang tanam jagung. Jarak tanam untuk budidaya tanaman jagung 50 x
60cm , 50cm dalam barisan dan 50cm antar barisan. Kedalaman lubang tanam yang
di buat yaitu 3 -5cm. Untuk penanaman jagung lubang tanamnya tidak perlu
terlalu dalam karena akan menghambat pertumbuhannya. Waktu tanam yang baik
yaitu pagi hari sebelum pukul 10.00 dan sore hari pada pukul 15.00. Jumlah
benih yang di tanam keseluruhannya adalah 912 benih tanaman , karena setiap
lubang tanam di isi 2 benih tanaman jagung.
Gambar 6.Penanaman
b. Penebaran cocopeat
Cocopeat
merupakan serabut kelapa yang sudah disterilisasi Cocopeat bersifat menyimpan
air. Dengan menggunakan cocopeat penyiraman dapat dilakukan dengan lebih
jarang.Penebaran cocopeat dilakukan setelah penanaman jagung,setiap bedengan
terdiri dari 80 kg (2 angkong cocopeat). Adapun fungsi dari cocopeat adalah
sebagai menjaga kelembaban tanah, Apabila cocopeat tersbut masih baru maka
cocopeat bisa memperbaiki struktur tanah. Dan juga mengandung pupuk NPK, karena
terdapat asmokot yang berbentuk butiran bulat berwarna kuning.
Gambar 7. Penebaran
cocopeat
c. Penjarangan
/ penyulaman tanaman jagung
Tujuan dari penjarangan atau
penyulaman tanaman jagung adalah mengganti tanaman jagung yang mati atau tumbuh
tidak bagus dengan tanaman baru.Adapun waktu penyulaman yang baik yaitu pada
waktu tanaman masih berumur 7 -10 hari setelah tanam.
Gambar 8. penyulaman
d. Penyiangan Penyiagan dilakukan setelah tanaman berumur
15 hari setelah tanam, agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu,penyiangan
dapat dilakukan 2 minggu sekali dengan cara manual dan alat sederhana seperti
cangkul.
Gambar
9. Penyiangan
e. Pendangiran dan Pembumbunan
Pendangiran adalah
usaha untuk mengurangi keberadaan gulma di areal tanaman, yang berpotensi
sebagai kompetitor bagi tanaman jagung. Dangir dilakukan sebelum perlakuan
pemupukan yaitu pada umur 21 dan 28 hari. Sedangkan membumbun adalah usaha
untuk memperbaiki sirkulasi udara serta membantu pertumbuhan perakaran tanaman.
Gambar 10. Pembumbunan
f.
Pengairan dan penyiraman
Penyiraman
dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore hari, setiap bedengan terdiri dari
4 gembor agar jagung tumbuh dengan baik.
Gambar 11. Penyiraman
g.
Hama dan Penyakit
a.
Hama Hama yang ditemukan ditanaman jagung adalah
hama penggerek batang ( Ostrinia Furnacalis ).Dampak dari hama penggerek batang
adalah Tanaman terpotong beberapa cm diatas permukaan tanah. Ditandai dengan
bekas gigitan pada batangnya,akibatnya tanaman yang masih mudah roboh. Hama ini
dapatdikendalikan dengan penyemprotan Regent atau decis.
b.
Penyakit
Penyakit yang ditemukan ditanaman jagung adalah penyakit bercak daun yang
disebabkan oleh cendawan Helminthosporum turcicum. Dampak dari penyakit bercak
daun adalah pada daun tampak bercak memanjang dan teratur berwarna kuning dan
dikelilingi warna coklat,bercak berkembang dan meluas dari ujung daun hingga
kepangkal daun,semula bercak – bercak tampak basah,kemudian berubah menjadi
coklat tua. Akhirnya seluruh permukaan daun berwarna coklat.Penyakit ini dapat
dikendalikan dengan menyemprotkan dithane.
Ganbar
12. Penyemprotan hama dan penyakit
BAB V
PANEN DAN PASCAPANEN
5.1 Panen dan
pascapanen secara umum
5.1.1 Panen Panen adalah proses
pemungutan hasil produksi untuk tujuan konsumsi, diolah atau di pasarkan. Hal –
hal yang perlu di perhatikan adalah waktu panen yang tepat, yaitu pada saat
kandunga gula paling tinggi ini memerlukan pengalaman untuk dapat
mengetahuinya, yaitu mulai umur 64 hari setelah tanam di lakukan pemeriksaan.
Apabila rambut jagung manis sudah terlihat berwarna coklat dan bila dipegang
tongkolnya terasa terisi penuh, itu menandakan bisa dilakukan pemanenan.
Waktu pemetikan pag hari sebab cuaca atau udara panas cenderung dapat mengurangi kandungan gula pada biji jagung manis. Untuk mempertahankan kandunga gula agar lebh lama manisnya , kita harus meyimpannya ditempat dingin denga temperatur 1 – 5 °C. Ini akan mempertahankan kemanisan hingga 10 hari.Jagung Manis adalah organisme hidup sehingga tetap melakukan respirasi walau telah dipetik. Hal ini akan megakibatkan perubahan Fisik maupun kimiawi yang mempengaruhi mutu jagung manis. Penurunan mutu sering kali disebabkan oleh berkurangnya rasa manis setelah pemanenan.
Untuk mempertahankan rasa manis pada jagung manis, perlu penanganan khusus baik waktu panen, cara panen dan pasca panen. Untuk mendapatkan kualitas yang tinggi dan mempertahakan kuantitasnya, petani perlu mengetahui tanda – tanda saat panen dan penangan Pasca panen.
Salah satu cara untuk menguji kematangan jagung manis adalah dengan menusuk biji jagungmanis dengan ibu jari. Apabila mengeluarkan cairan seperti susu setelah di tusuk, maka jagung tersebut telah siap di panen. Pada saat inilah jagung manis mempunyai kualitas yang paling baik .
Panen yang terlalu cepat dapat mengakibatkan produksi menjadi rendah, karena bijinya masih lunak. Pemanenan yang terlalu tua biji akan mengeras dan rasa manis akan berkurang, karena sebagian gula akan berubah menjadi tepung.
Waktu pemetikan pag hari sebab cuaca atau udara panas cenderung dapat mengurangi kandungan gula pada biji jagung manis. Untuk mempertahankan kandunga gula agar lebh lama manisnya , kita harus meyimpannya ditempat dingin denga temperatur 1 – 5 °C. Ini akan mempertahankan kemanisan hingga 10 hari.Jagung Manis adalah organisme hidup sehingga tetap melakukan respirasi walau telah dipetik. Hal ini akan megakibatkan perubahan Fisik maupun kimiawi yang mempengaruhi mutu jagung manis. Penurunan mutu sering kali disebabkan oleh berkurangnya rasa manis setelah pemanenan.
Untuk mempertahankan rasa manis pada jagung manis, perlu penanganan khusus baik waktu panen, cara panen dan pasca panen. Untuk mendapatkan kualitas yang tinggi dan mempertahakan kuantitasnya, petani perlu mengetahui tanda – tanda saat panen dan penangan Pasca panen.
Salah satu cara untuk menguji kematangan jagung manis adalah dengan menusuk biji jagungmanis dengan ibu jari. Apabila mengeluarkan cairan seperti susu setelah di tusuk, maka jagung tersebut telah siap di panen. Pada saat inilah jagung manis mempunyai kualitas yang paling baik .
Panen yang terlalu cepat dapat mengakibatkan produksi menjadi rendah, karena bijinya masih lunak. Pemanenan yang terlalu tua biji akan mengeras dan rasa manis akan berkurang, karena sebagian gula akan berubah menjadi tepung.
5.1.2 Pasca
panen
·
Secara rinci perlakuan pasca panen
adalah sebagai belikut : Penimbangan,
biasa digunakan alat timbang gantung, penimbangan ini dilakukan
saat jagung manis baru selesai panen dari kebun. Tujuan dari penimbangan ini
untuk mengetahui total berat jagung manis brangkasan.
·
Sortasi,
untuk memisahkan jagung manis yang penampilannya bagus( sesuai standar mutu) dan di klas klasan: Mutu
super, Mutu I, Mutu II dan BS.
·
Pengupasan , caranya potong sebagian
ujung tongkol,kupas sebagian kulit.
·
Pengemasan
dengan menggunakan plastik transparan yang di sebut ropping film, agar konsumen
dapat melihat produk tanpa merusak kemasannya, berat kemasan disesuaiankan permintaan pasar misalnya
: kemasan 10 kg perkemasan, satu kilogram perkemasan, tujuan pengemasan selain
untuk meningkatkan nilai tambah produk juga dapat menahan kelembaban dan
mencegah kehilangan air, selain itu dapat melindungi barang dari kerusakan mekanisasi
saat pengangkutan,mencegah kontaminasi dari serangga, debu serta mempertahankan kwalitas dan memperpanjang
kesegaran.
PascaPanen
Cara pemasakan, jagung manis : masak air sampai mendidih, baru marusakan jagung manis tunggu 10 menit atau air teleha mendidih kembali segera angkat dan tiriskan. Jangan terlalu lama dibiarka sebab kandungan manisnya aka berkurang juga zat gizi nya akan berkurang pula.
PascaPanen
Cara pemasakan, jagung manis : masak air sampai mendidih, baru marusakan jagung manis tunggu 10 menit atau air teleha mendidih kembali segera angkat dan tiriskan. Jangan terlalu lama dibiarka sebab kandungan manisnya aka berkurang juga zat gizi nya akan berkurang pula.
5.2 Panen dan pascapanen secara
proses
a. Panen
Tanaman jagung di panen pada umur 83 – 93 hari setelah
tanam. Pemanenan jagung yang baik yaitu
dengan cara memutar tongkolnya kemudian di patahkan klobotnya. Jagung
siap panen apabila rambut jagung berwarna hitam kecoklatan,bunga mengering,jika
ditekan ujung tongkol jagung akan terasa kosong.
b. Pascapanen
Jagung
di pasarkan dalam bentuk segar, pemasaran jagung dilakukan pada pagi atau sore
hari di perumahan sekitar BPPUT. Jagung dijual dengan harga Rp 8.000 /kg.
Sebelum pemasaran kami melakukan kegiatan seperti :
ØPenyortiran jagung : Memisahkan
jagung yang layak dipasarkan dan tidak layak dipasarkan.
ØPengupasan : Caranya
potong sebagian ujung tongkol,kupas sebagian kulit.
ØPengemasan : Pengemasan jagung menggunakan plastic transparan yang di
sebut ropping film, agar konsumen dapat melihat produk tanpa merusak kemasannya.
Ganbar 13. Panen
dan pascapanen
BAB VI
ANALISA USAHA TANI
Pengeluaran
:
1. Benih
500 gr = Rp 52.000,-
2. Tenaga
kerja 9 hok x Rp 20.000,- = Rp 180.000,-
3. Decis
1 botol = Rp 25.000,-
4. Dethane
1 bungkus = Rp 35.000,-
5. Kompos
180 kg x Rp 3.000,-
= Rp 540.000,-
6. Pupuk
Urea 500 gr = Rp 3000,-
7. NPK
500 gr = Rp 5000,-
8. Cocopeat
= FREE
9. Pupuk hijau = FREE +
TOTAL
= Rp 840.000,-
Pemasukan :
Panen
jagung 183 kg x Rp 8.000,- =Rp
1.464.000,-
Keuntungan = pemasukan – pengeluaran
=Rp 1.464.000,-- Rp 840.000,-
=Rp 624.000,-
B/C
ratio = Pemasukan
Biaya pengeluaran
= Rp 1.464.000,-
Rp 840.000,-
= 1,742
ROI (Return of investiment) = keuntungan x 100%
Pengeluaran
= Rp
624.000,- x 100%
Rp 840.000,-
= 74,28%
BAB
VII
KESIMPULAN DAN SARAN
7.1 Kesimpulan
Dalam kegiatan prakerin yang penyusun laksanakan dapat
diambil kesimpulan bahwa :
7.1.1 Budidaya tanaman jagung di BPPUT menggunakan media COCOPEAT
setelah penanaman jagung.Fungsi dari cocopeat adalah menjaga kelembaban tanah dan apabila cocopeat masih baru,cocopeat
berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah. Dan penebaran cocopeat ini tidak
hanya di tebar ke tanaman jagung
melainkan semua tanaman karena tidak berdampak negatif bagi tanaman.
7.1.2 Jarak tanam jagung manis adalah 50 cm x 60 cm,jarak
tanam jagung disesuaikan
dengan kondisi tanah tempat prakerin.
7.2 Saran
Dalam kegiatan
prakerin yang penyusun laksanakan adapun saran penyusun sebagai berikut :
7.2.1 Siswa prakerin diberikan tanggung jawab penuh sehingga mendapat
keterampilan dan rasa percaya diri dan mampu memasuki dunia usaha / industri.
7.2.2 Siswa prakerin harus sering diberikan wawasan tentang perkembangan
budidaya tanaman di lingkungan dunia usaha /industri.
7.2.3 Budidaya tanaman jagung
perawatannya harus lebih diperhatikan agar hasil yang di perolah maksimal.
7.2.4 Budiadaya tanaman jagung
supaya di perluas agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat karena fungsinya
DAFTAR
PUSTAKA
Purwono,Teknologi
Produksi Tanaman Pangan (Bogor : Jurusan Budidaya Pertanian,Fakultas
Pertanian,IPB,1982)
Subandi,M.Syam
dan Widjono,Jagung (Bogor : Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian,Pusat
Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Bgor,1988).
Http://Sejarah-singkat.Blogspot.Com/2006/09/Budidaya-Jagung-Manis.Html
PPMR.Materi Pelatihan SPT Tanpa Limbah. Bercocok Tanam Jagung
PT.RAPP.2005.Rentak Serantau , 1994-2004
LAMPIRAN
Gambar 1. Pengolahan lahan
Gambar 2. Pembuatan bedengan dengan
saluran drainase
Gambar 3. Pembalikan tanah
a.
Pemupukan dasar
b. Pemupukan susulan
Gambar 4. Pemupukan dasar dan pupuk susulan
Gambar 5.Pembuatan
lubang tanam
Gambar
6.Penanaman
Gambar 7. Penebaran
cocopeat
Gambar 8.Penyulaman
Gambar 9. Penyiangan
Gambar 10. Pembumbunan
Gambar 11. Penyiraman
Gambar 12.Penyemprotan hama dan
penyakit
Gambar 13. Panen dan Pascapanen
Gambar
14. Jagung umur seminggu Gambar
15. Jagung umur 2 minggu
Gambar
16. Jagung umur 2 bulan
Gambar 17. Jagung umur 73 hari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar